Aku tahu sudah terlambat untuk menulis ini, tapi biarlah aku menganggapnya sebagai salah satu kenangan terindahku bersamanya.
Dia lelaki yang pernah begitu mencintaiku sebelum akhirnya digantikan dengan kebencian yg begitu dalamnya. Aku tak ingat sudah berapa kali ia mengungkapkan perasaannya dan berulang kali pula aku menolaknya. Namun ia tak menyerah, bahkan ketika aku berterus terang mencintai sahabatnya, ia tak mundur sedikit pun, hal paling bodoh pun pernah ia lakukan dengan mengikuti style sahabatnya demi aku. Dia tetap ada ketika aku telah memiliki kekasih. Aku mungkin adalah orang paling jahat yang pernah ditemuinya, tak pernah kupedulikan perasaannya, luka hatinya, penantiannya, kebahagiaannya, dan tangisnya.
Hal yang paling aku ingat adalah ketika kami janjian untuk menonton Basket di Gelora Bung Karno, ia menungguku dihalte busway Pulogadung karena aku tak mengizinkan ia kerumahku. Sekitar pukul 12 aku pun tiba disana, ini pertama kalinya ia naik busway. Setelah membeli karcis, kamipun duduk ditempat paling belakang. Aku melihat wajahnya ceria sekali waktu itu, meski agak kaku, kami banyak mengobrol juga. Sampai di Blok-M, langit sudah terlihat agak gelap, kami lama sekali menunggu kopaja 615, dia sempat menawarkan naik taksi, tapi aku menolak dan tetap bersikeras naik kopaja. Untung saja yang ditunggu datang juga, sedikit berlari kami pun mengejarnya, benar saja, tak lama kami naik, hujan pun turun. Sampai di GBK, kami pun segera masuk untuk melihat pertandingan Satria Muda Britama dalam game IBL. Saat jeda setelah Quarter 2, dia kembali mengungkapkan perasaannya, dan aku lagi2 menolaknya. Aku tahu ia sangat kecewa, namun aku terus memalingkan wajahku agar tak perlu melihat kekecewaan diwajahnya. Pulang nya sudah agak malam, setelah sampai pulogadung, ia memaksa mengantarku sampai rumah. Didalam metromini, aku memegang tangannya sebagai ucapan terima kasihku karena telah menemaniku seharian tadi, hal yang jarang kulakukan padanya, ia pun tak berani memegang tanganku kecuali saat menyebrang jalan, itu pun tak selalu. Ia balas memegang tanganku, bahkan sempat menciumnya, aku tak tahu seberapa merah wajahku saat itu.
Ketika itu aku tak terlalu memikirkan kebersamaan kami, tak ada yang terlalu istimewa menurutku. Tapi setelah kepergiannya, aku baru tahu betapa romantisnya perjalanan itu. Betapa banyak kisah indah diantara kami yang tak pernah aku syukuri. Sekarang aku hanya bisa menangis saat mengingatnya.
Posted in Goresan Hati | 3 Comments »
Indonesia kembali diguncang gempa dengan kekuatan 6,4 SR di wilayah Ujung Kulon, Jabar. Belum dilaporkan adanya korban jiwa namun sebuah sekolah SMA mengalami kerusakan yang cukup parah. Semoga ini terakhir kalinya bencana ini menyerang kami dan semoga para korban diberikan ketabahan. amin.
Posted in Report | Leave a Comment »
Jam 15.30 WIB saya tiba di Sportmall Kelapa Gading untuk menonton pertandingan perdana ABL antara SM Britama VS Philipine Patriots. Biasanya begitu datang, saya sudah bisa langsung beli tiket, tapi sekarang saya harus antri, untung gak terlalu panjang, urutan 20-an lah. Saya juga tidak melihat ada calo yang biasanya berkeliaran, sesuatu yang aneh. Saya beli tiket VIP dan duduk di Gate IE Section IX Seat B-22.
Dengan didukung oleh 10 pemain lokal dan 2 pemain asing (saya sempat kesulitan menghitungnya karena saya menghitungnya saat pemanasan berlangsung), saya berharap SM mampu memberikan performa terbaiknya. Apalagi dalam hal tinggi badan, tidak terlalu jauh beda dengan lawan. Continue Reading »
Posted in Report | 4 Comments »
HUJAN BULAN JUNI
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(1989)
Posted in Puisi | Leave a Comment »
Sekitar jam 18.30 (05/10/03), akhirnya saya bisa terhubung dengan Aa, rupanya dia baru aja mandi. Yang pertama saya tanya pasti kabarnya. “Aa sakit apa? Kok bisa muntah-muntah gitu.” “Sakit hati.” saya terhenyak mendengarnya. Continue Reading »
Posted in Goresan Hati, Report | Leave a Comment »