22 Years Old

Posted in Report on March 6, 2009 by Dian

Happy birthday to me… hahaha… kayaknya saya tidak seharusnya tertawa, karena itu berarti umur saya berkurang 1 tahun, tapi apa salahnya saya menikmati kenyataan bahwa Tuhan telah mengizinkan saya menyentuh angka 22 dalam tahun kehidupan saya. Hari ini, Jum’at, 6 Maret 2009 dihari yang sama 22 tahun lalu saya dilahirkan, kembali saya harus merefleksikan diri bahwa saya sudah beranjak dewasa (ciee.. berat bahasanya  ) dan mengerti sepenuhnya arti kedewasaan saya.

Dan dihari ini juga, Surat Keputusan Kenaikan Gaji/Promosi menjadi kado terindah buat saya  juga ucapan dari teman-teman samua yang masih ingat dan peduli pada saya. Yang pasti saya sangat bersyukur atas anugrah yang saya terima selama ini, dan semoga ini menjadi pemicu saya untuk berbuat lebih baik lagi.

Harapan terbesar saya, Hm.. apa ya? Kadang saya nyaris tidak berani memiliki harapan, bukan karena takut tidak tercapai, tapi saya sering lupa dengan harapan saya, jadi kadang tiap hari saya punya harapan baru.

Jika Perempuan Kedua Itu Aku

Posted in Goresan Hati on February 19, 2009 by Dian

Banyak hal yang tak kumengerti dari apa yang mereka tuduhkan kepadaku dalam percintaan ini. bukankah ini adalah hidupku dan aku sendiri yang paling mengetahui benar dan salahnya jalan hidup yang kupilih. Lagi pula dimana letak kesalahanku saat aku memilih untuk hidup bersama seseorang yang kucintai dan mencintai aku?

Aku memang bukan kesucian yang Tuhan turunkan kebumi untuk menerima segala sanjung dan puji atas anugrah yang aku miliki, namun aku juga bukan noktah yang dilempar surga ke kaki-kaki dan telunjuk yang mengarahkan segala caci maki kewajahku. Aku hanyalah manusia biasa, sama seperti kalian, hanya saja ada seorang titisan dewa yang memintaku menjadi sang Dewi dihatinya. Meski sebenarnya ini bukan sesuatu yang mudah untuk kuputuskan, namun tempat terindah itu telah diberikannya padaku. Bahwa aku memang merasa nyaman saat bersamanya, bahwa aku tahu ia tak memiliki cukup kata-kata untuk menghiburku saat aku sedih, namun pelukannya adalah cara terbaik yang ia lakukan untuk menenangkan aku. bahwa tawanya adalah kebahagiaan yang menceriaka hari-hariku, sedangkan kesedihannya adalah awan hitam yang menjadi duka dihatiku. Dan disaat aku merasa begitu merindukan kepergiannya, akupun mengerti bahwa ia adalah seseorang yang kubutuhkan.

Apakah apa yang sebenarnya kalian takutkan dari kebersamaan kami? Apa dengan kami bersama bisa membuat kalian kehilangan kebahagiaan? Jika kalian membenciku hanya karena aku mencintainya, maka tanyalah pada hati nurani kalian sendiri, apakah kalian bisa mengatur dan menentukan pada siapa cinta itu kalian berikan? Aku tak pernah meminta perasaan itu datang padaku, maka berhakkah aku untuk memintanya pergi? Tuhan telah menakdirkan ia menjadi jodohku, bisakah aku menolaknya, hanya karena waktu dan keadaan yang salah?

Untitled

Posted in Goresan Hati on February 19, 2009 by Dian

Kesalahanku hanyalah terlalu cepat menganggap bahwa aku telah mencintaimu dengan segala ketidaktahuanku tentang kamu

Terlalu percaya pada perasaan tentang kebenaran dirimu yang mungkin tak sepenuhnya merupakan kenyataan

Terlalu lama tenggelam dalam mimpi-mimpi tentang kenangan masa lalu yang benar adanya meski itu tak pernah terjadi

Padahal aku mengenalmu seperti aku mengenal malam saat mendung menutup cahaya untukku, menyisakan hitam berselimut gelap yang menyajikan bayang-bayang maya untuk menemani sisi-sisi khayalanku

Memaksaku untuk pergi menjauh dari setiap kesadaran yang seakan tak mungkin lagi kusentuh keberadaannya

Maka bagaimana bisa aku mengakui sesuatu yang tak kumengerti seutuhnya, bagaimana aku bisa selemah ini, membiarkan tubuh dan jiwaku terbelenggu dalam dilema-dilema imajinasiku sendiri

Sedang selama ini aku hanya berdiri pada dua persimpangan yang sama-sama tak kuketahui tujuannya; Mengikuti gelap tak berbatas atau terang namun buntu

Pesan Untuk Siapa Gerangan Dirinya

Posted in Goresan Hati on February 19, 2009 by Dian


Mengapa kau masih berdiri disana dan menatapku secara sembunyi-sembunyi?

Kemari dan duduklah disampingku, ada beberapa hal yang ingin kubicarakan denganmu

Tak perlu ragu, bukankah aku adalah keyakinanmu?

Maka maukah kau dengar apa yang akan keyakinanmu sampaikan?

Kau tahu dengan jelas siapa aku, bahkan sejak pertama kali kau berpikir telah mengenalku

Kau menyadari apa yang telah melekat dalam diriku dan apa yang telah aku miliki, namun kau menolak untuk mengakui dan menerima kenyataan itu

Kau menyandarkan hatimu pada kepakan sayapku, meski kau tahu aku tak mungkin terbang bersamamu

Kau tak juga menghentikan langkahmu atau berbelok mencari jalan lain, padahal kau tahu tak ada jalan menuju kepadaku

Kau bersikeras mempertahankan rasa itu dihatimu, bersikap seolah kau mampu menjaganya tanpa merusak apa yang tak mungkin kau raih

Kau menganggap diriku adalah yang terbaik untukmu, namun kau lupa bahwa aku menjadi seperti ini karenanya


Maka katakanlah padaku apa yang harus kulakukan agar kau mau mengerti bahwa ada banyak hal yang dapat kau lakukan selain mencintaiku

Aku bukanlah pangeran disebrang khayalanmu yang bisa kau impikan, lalu berharap ada keajaiban yang datang untuk mewujudkannya

Kau juga bukan seorang putri yang dikutuk menjadi batu dan hidup dalam kesendirian hanya karena satu kesalahan yang bukan karena keinginanmu

Kau sudah lama terpuruk dalam kesendirian ini, maka bukalah matamu, lihat disekelilingmu, masih ada keindahan yang belum sempat kau lihat

Pahamilah bahwa luka yang menyakitimu adalah cara Tuhan mengajarkanmu agar kau tahu ada harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan

Lakukanlah segala sesuatu dengan bijak..

Selingkuh

Posted in Goresan Hati on February 19, 2009 by Dian

Kupastikan mereka tak akan bertanya mengapa kau dan aku berada disini

Apa yang telah dan mungkin akan kita lakukan jika mereka tak melihat kita

Karena semua keingintahuan itu telah tertutup oleh satu pernyataan darimu

Bahwa tak ada apa-apa diantara kita, kebetulan saja kami bertemu, hanya itu

Lalu pertanyaan-pertanyaan lainnya akan terkubur bersamaan dengan bagaimana kau tunjukkan kemesraanmu padanya didepan mereka

Betapa hanya ia dan takkan ada orang lain dihatimu

Dan saat semua telah kembali seperti semula, maka datanglah padaku

Kita mulai lagi dusta itu, bukankah semua begitu mudah untuk kita?

Pada Jiwa yang Terluka

Posted in Goresan Hati on November 5, 2008 by Dian

Kau berusaha menghindariku tanpa melukai perasaanku,

padahal aku berusaha menggodamu agar suatu hari nanti aku dapat melihat luka itu menghampirimu.

Aku ingin melihatmu merasakan apa yang kurasakan selama ini,

terpuruk dalam luka yang kubuat karena kepercayaanku padamu,

hingga aku memutuskan untuk menutup hatiku pada nama yang
lain, sedang dirimu tak sedikitpun mempedulikan aku.

Aku ingin melihatmu hidup
dalam penantian yang tak berkesudahan, seperti aku yang tak berhenti berharap
kau mau sedikit berpaling padaku.

Aku ingin melihatmu menangis tanpa air mata karena terlalu terlukanya hatimu,

hingga pedihnya air matamu tak sanggup untuk
memperjelas luka itu.

Tapi yang paling aku inginkan adalah kau mencintaiku sepenuh hatimu

agar aku tak lagi merasa sendirian atas perasaan ini

Ingatlah Aku

Posted in Goresan Hati on October 23, 2008 by Dian

 

Ingatlah rupaku meski kita hanya sekali bertemu

Sebutlah namaku saat aku memanggil namamu

Tersenyumlah walau kehadiranku akan mengusikmu

Sambut aku dengan pelukan hangat dibahumu

Dan katakan bahwa kau merindukan aku

Jangan lagi kau tanyakan siapa aku

Ketidaktahuanmu itu hanya akan melukai perasaanku

Dengar dan pahamilah apa yang akan kukatakan padamu

Singkirkan dulu segala prasangka atas masa lalu itu

Lalu terima aku sebagai bagian dari kehidupanmu

Walau mungkin tidak sebagai bagian dari hidupmu

Aku ingin kau tahu betapa ingin kuperbaiki semua kesalahan itu

Dan melanjutkan langkah ini pada awal yang baru

 

Relakan Apa yang Bukan Milikmu

Posted in Goresan Hati on April 12, 2008 by Dian

Belajarlah untuk melepaskan keinginanmu yang salah

Maka kau pun akan melepaskan semua bebanmu

Ia bukan lagi orang bisa kau inginkan

Bukan pula yang akan kau inginkan

Semua hanya sia-sia belaka

Lihatlah pada apa yang tertinggal olehmu

Dan kaupun akan menyesali keputusanmu bertahan padanya

Maka masihkah kau akan menjadi manusia bodoh

Yang meninggalkan apa yang bisa kau raih sekarang

Demi orang yang tak pernah mempedulikanmu?

Hidupnya sudah bahagia dengan apa yang tidak diketahuinya

tentang kamu

Dan kau pun tak bisa memintanya mengingat

apa yang tak pernah terjadi padanya

Karena semua yang terjadi antara kalian

hanyalah angan-anganmu

Tanpa diketahui olehnya sedikitpun…!

Akuilah bahwa hanya kau yang merasakan getaran itu

Lalu lepaskanlah ia…

Sulitnya Meminta Maaf Pada Orang yang Sulit Memaafkan

Posted in Opini on March 30, 2008 by Dian

Saya tidak pernah mengerti bagaimana pemikiran orang yang bisa menyimpan kemarahan sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Padahal marah untuk satu hari aja bikin kita lelah, karena itukan menghabiskan energi yang nggak sedikit. bagaimana dengan orang yang selalu marah setiap kali ketemu orang yang bikin dia marah. Padahal orang itu sudah merasa minta maaf (bahkan berulang-ulang) dan menganggap semua sudah selesai. Tapi setiap ketemu, selalu diungkit-ungkit terus. Cape deh..

Zimbabwe

Posted in Opini on March 29, 2008 by Dian

         Saya terkaget-kaget waktu baca berita tentang Zimbabwe berjudul ”Inflasi 100.000 Persen Lebih Jadi Tema Kampanye Partai Oposisi” di Koran Kompas (28/03/2008). Bukan karena saya ingin membahas politik, tapi isi berita ini memang sangat mengejutkan. Bayangin aja, dinegara kita inflasi naik 1 poin (dlm persen) aja udah bikin pemerintah uring-uringan dan rakyat sengsara. Apa lagi Zimbabwe yang mengalami tingkat inflasi tahunan lebih dari 100.000 persen. Nggak heran kalau banyak warganya yang tidak memiliki pekerjaan, kalaupun memiliki pekerjaan, saya nggak tahu berapa gaji standar yang mereka dapatkan. Bahkan seorang penyapu jalan mungkin juga nggak akan bangga jika mendapatkan penghasilan 1 Milyar perbulan.

 

     Seperti kutipan berikut: ”Saat ini nilai tukar satu dollar AS setara dengan 50 juta dollar Zimbabwe. Tingkat inflasi yang tinggi ini menyebabkan rakyat sulit memenuhi kebutuhan pokok, seperti kebutuhan pangan. Untuk memperoleh roti saja, warga harus membayar 20 juta dollar Zimbabwe.” Saya tidak tahu berapa nominal terkecil dan terbesar dinegara itu, tapi jika saya harus membayangkan seandainya di Indonesia untuk membeli roti saja harus membayar 20 juta, mungkin saya harus menyediakan berkarung-karung uang untuk membeli kebutuhan pangan lainnya. Seperti habis merampok bank, padahal cuma mau beli beras dan minyak. Menyedihkan..