Banyak hal yang tak kumengerti dari apa yang mereka tuduhkan kepadaku dalam percintaan ini. bukankah ini adalah hidupku dan aku sendiri yang paling mengetahui benar dan salahnya jalan hidup yang kupilih. Lagi pula dimana letak kesalahanku saat aku memilih untuk hidup bersama seseorang yang kucintai dan mencintai aku?
Aku memang bukan kesucian yang Tuhan turunkan kebumi untuk menerima segala sanjung dan puji atas anugrah yang aku miliki, namun aku juga bukan noktah yang dilempar surga ke kaki-kaki dan telunjuk yang mengarahkan segala caci maki kewajahku. Aku hanyalah manusia biasa, sama seperti kalian, hanya saja ada seorang titisan dewa yang memintaku menjadi sang Dewi dihatinya. Meski sebenarnya ini bukan sesuatu yang mudah untuk kuputuskan, namun tempat terindah itu telah diberikannya padaku. Bahwa aku memang merasa nyaman saat bersamanya, bahwa aku tahu ia tak memiliki cukup kata-kata untuk menghiburku saat aku sedih, namun pelukannya adalah cara terbaik yang ia lakukan untuk menenangkan aku. bahwa tawanya adalah kebahagiaan yang menceriaka hari-hariku, sedangkan kesedihannya adalah awan hitam yang menjadi duka dihatiku. Dan disaat aku merasa begitu merindukan kepergiannya, akupun mengerti bahwa ia adalah seseorang yang kubutuhkan.
Apakah apa yang sebenarnya kalian takutkan dari kebersamaan kami? Apa dengan kami bersama bisa membuat kalian kehilangan kebahagiaan? Jika kalian membenciku hanya karena aku mencintainya, maka tanyalah pada hati nurani kalian sendiri, apakah kalian bisa mengatur dan menentukan pada siapa cinta itu kalian berikan? Aku tak pernah meminta perasaan itu datang padaku, maka berhakkah aku untuk memintanya pergi? Tuhan telah menakdirkan ia menjadi jodohku, bisakah aku menolaknya, hanya karena waktu dan keadaan yang salah?
Wuuiihh……mantap euy,btl bgt yg kmu blg bhwa kta g prnh tau kpn dan pd siapa cinta itu akn dtg,g bsa dpaksa dan dtentukan. Jd apa yg kmu yakini lkukanlah jgn prnh ragu…Gambatne Kudashai…
“Aku hanyalah manusia biasa, sama seperti kalian, hanya saja ada seorang titisan dewa yang memintaku menjadi sang Dewi dihatinya.” hweee keren kalimat ini. Hmmm kaya’nya lagi dilema bgt mbak…. semoga dah ada titik terang…
Untungnya itu kisah lama, jd udh ga dilema lg.