Sekitar jam 18.30 (05/10/03), akhirnya saya bisa terhubung dengan Aa, rupanya dia baru aja mandi. Yang pertama saya tanya pasti kabarnya. “Aa sakit apa? Kok bisa muntah-muntah gitu.” “Sakit hati.” saya terhenyak mendengarnya. Dada saya sesak dan mata pun jadi panas, saya menangis, namun tak ingin diketahuinya. Saya lalu mengajaknya bercanda, berharap bisa seperti dulu yang tertawa lepas. Tapi tiap kali tertawa, tanpa sadar saya pun menangis. Ya Allah betapa jahatnya saya pada orang yang begitu menyayangi saya.