Aku tahu sudah terlambat untuk menulis ini, tapi biarlah aku menganggapnya sebagai salah satu kenangan terindahku bersamanya.
Dia lelaki yang pernah begitu mencintaiku sebelum akhirnya digantikan dengan kebencian yg begitu dalamnya. Aku tak ingat sudah berapa kali ia mengungkapkan perasaannya dan berulang kali pula aku menolaknya. Namun ia tak menyerah, bahkan ketika aku berterus terang mencintai [...]
Archive for the ‘Goresan Hati’ Category
Setelah Kepergiannya
Posted in Goresan Hati on 28 November 2009 | Leave a Comment »
Bukan Hanya Badan yang Sakit
Posted in Goresan Hati, Report on 6 October 2009 | Leave a Comment »
Sekitar jam 18.30 (05/10/03), akhirnya saya bisa terhubung dengan Aa, rupanya dia baru aja mandi. Yang pertama saya tanya pasti kabarnya. “Aa sakit apa? Kok bisa muntah-muntah gitu.” “Sakit hati.” saya terhenyak mendengarnya.
Aa Sakit
Posted in Goresan Hati on 5 October 2009 | Leave a Comment »
Kemarin malam pas sampai rumah baru tahu kalo ada miscol dari Aa, karena lapar, saya pun memilih makan malam dulu sebelum menelepon dia. Sekitar jam 9an, baru saya meneleponnya, tapi berkali-kali saya telepon ga juga diangkat.
Padamu
Posted in Goresan Hati on 20 September 2009 | Leave a Comment »
Demi Allah,
Aku sungguh-sungguh merindukanmu wahai kekasih yang tak pernah kumiliki
Pada kebenaran mana lagi harus kuungkapkan padamu?
Siapa yg menyakiti siapa sebenarnya?
Langkah-melangkahi
Posted in Goresan Hati, Opini on 16 September 2009 | Leave a Comment »
Saya tidak mengerti sebenernya kriteria melangkahi atasan itu seperti apa. Apa dengan kita menerima tugas lansung dari orang yang jabatannya lebih tinggi dan tanpa melalui perantara beliau lalu kita disebut melangkahi? Atau kata melangkahi hanya sebentuk ’teguran formalitas’ yang intinya hanya harus melapor jika mendapat tugas yang bukan dari atasan langsung.
’Langkah-melangkahi’ selama ini tidak pernah [...]