Saya tidak mengerti sebenernya kriteria melangkahi atasan itu seperti apa. Apa dengan kita menerima tugas lansung dari orang yang jabatannya lebih tinggi dan tanpa melalui perantara beliau lalu kita disebut melangkahi? Atau kata melangkahi hanya sebentuk ’teguran formalitas’ yang intinya hanya harus melapor jika mendapat tugas yang bukan dari atasan langsung.
’Langkah-melangkahi’ selama ini tidak pernah [...]
Archive for the ‘Opini’ Category
Langkah-melangkahi
Posted in Goresan Hati, Opini on 16 September 2009 | Leave a Comment »
Sulitnya Meminta Maaf Pada Orang yang Sulit Memaafkan
Posted in Opini on 30 March 2008 | 5 Comments »
Saya tidak pernah mengerti bagaimana pemikiran orang yang bisa menyimpan kemarahan sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Padahal marah untuk satu hari aja bikin kita lelah, karena itukan menghabiskan energi yang nggak sedikit. bagaimana dengan orang yang selalu marah setiap kali ketemu orang yang bikin dia marah. Padahal orang itu sudah merasa minta maaf (bahkan berulang-ulang) dan [...]
Zimbabwe
Posted in Opini on 29 March 2008 | 3 Comments »
Saya terkaget-kaget waktu baca berita tentang Zimbabwe berjudul ”Inflasi 100.000 Persen Lebih Jadi Tema Kampanye Partai Oposisi” di Koran Kompas (28/03/2008). Bukan karena saya ingin membahas politik, tapi isi berita ini memang sangat mengejutkan. Bayangin aja, dinegara kita inflasi naik 1 poin (dlm persen) aja udah bikin pemerintah uring-uringan dan rakyat sengsara. Apa lagi [...]
Semangat SKF
Posted in Opini on 15 March 2008 | 1 Comment »
Setiap kali mendapat pertanyaan dari teman-teman di departemen lain tentang berapa penjualan bulan ini? Bulan depan ada lembur nggak? SKF Indonesia mau bangkrut ya? Atau apapun yang bikin kita pesimis apakah bisa terus bertahan di industri ini, saya selalu kembali membuka buku ini: Semangat SKF. Bahkan ketika saya merasa begitu berat menjalani hari-hari saya di [...]
Hati-hati Penjahat Kelamin dalam Angkutan
Posted in Opini on 12 March 2008 | 5 Comments »
Dari terminal Tanjung Priok, saya dan ketiga teman perempuan saya pulang naik Metromini T41 menuju ke Semper. Karena sudah hamper penuh, jadi hanya satu orang teman saya yang duduk, sedang kami bertiga berdiri dibelakangnya.. kebetulan dia duduk dibangku nomor dua dari belakang, jadi masih ada space untuk kami bertiga berdiri dibelakangnya. Setelah jalan beberapa saat, [...]